Jumat, 04 September 2009

JIKA TIDAK PUNYA RASA MALU, BERBUATLAH SEKEHENDAK HATIMU


Dari Abi Mas’ud al-Badri radhiallâhu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ” Sesungguhnya diantara ucapan kenabian pertama (Adam) yang didapat oleh manusia (dari generasi ke generasi-red) adalah: ‘jika engkau tidak merasa malu maka perbuatlah apa yang engkau inginkan’ “. (H.R.Bukhari)
Assalamualaikum Friends...
Apakah kita wajib memiliki rasa malu? YA, WAJIB jawabannya. Kasarnya, rasa malu itulah yang membedakan kita dengan binatang. Banyak juga manusia yang berakhlak binatang misalnya "memakan dan meneror" yang lemah. Seperti renternir yang memakan "hati dan perasaan" si peminjam. Meneror peminjam dengan bunga yang berlipat-lipat. Ada juga yang suka menyerobot dan memakan makanan yang "kotor". Seperti para koruptor yang menyerobot rizki rakyat dan para pengeruk harta rakyat lainnya. Mereka yang melakukannya, tidak punya rasa iman dan malu didalam dada. Tidak ada seorang koruptor, yang ketika sedang meng-korup ada iman di dadanya. Jika terselip iman, tak mungkin mereka melakukannya. Penipu/pembohong tidak menyertakan iman ketika mereka melakukan penipuan.
Rasa malu adalah sebagian dari adanya keimanan. Kata malu dalam bahasa Arab berasal dari kata haya yang artinya hidup. Rasa malu adalah salah satu insting manusia atau jibliyyah (tabiat) yang Allah anugerahkan (tanpa lewat proses tertentu) kepada setiap manusia. Ada juga sifat malu yang dimiliki karena pengetahuan dia tentang Ma'rifatullah (pengetahuan tentang Allah), kebesaran Allah, bahwa DIA selalu mengawasi segala gerak-geriknya. Allah tidak perlu teropong untuk mengetahui keberadaan kita. Allah tidak perlu alat pendeteksi ultrasound, infrasound atau hypersound untuk mendengar apa yang kita ucapkan. Allah mengetahui segalanya saat berduaan dengan yang bukan hak kita, sedang petugas hotel yang mempunyai kunci serep kamar tidak tahu. Allah mengetahui niat jahat kita atau makian kepada orang lain sebelum lidah itu menyebutnya.
Malu adalah hiasan diri, mempercantik orang yang memilikinya. Orang mungkin menganggap bahwa dasi dan tuksedo itu adalah sangat macho atau bergengsi. Tapi, jika pemakainya tidak ada rasa malu melakukan hal-hal yang merugikan masyarakat maka mereka akan dihujat. Acapkali kita melihat perempuan berbalut kain sutra, berhiaskan emas dan permata serta make-up yang lagi nge-trend itu dianggap sebagai wanita yang sangat cantik. Tapi, apakah masih dianggap cantik jika apa yang dimilikinya dipergunakan untuk memperdaya orang lain...?
Jika tidak punya rasa malu, maka berbuatlah semaunya...! Pamerkan aurat dan umbar syahwat didepan publik. Tapi pada saat itu, engkau akan kehilangan harkat kemanusiaan. Hakikat rasa malu itu adalah sebuah akhlak yang memotivasi diri untuk meninggalkan hal-hal yang buruk dan membentengi diri dari kecerobohan dalam memberikan hak kepada yang berhak menerimanya. "ah, aku malu kalau ngaji sama ustazah itu. Habis, anak cowoknya ada yang sebesar aku. Ntar dikira aku naskir dia..." Apakah itu malu yang terpuji/pada tempatnya?
Atau... "berani-beraninya tadi "ceramahin" pak bupati. Bikin malu keluarga aja kamu ini!", apakah itu juga malu yang hak/betul? Diantara malu yang tercela adalah malu bertanya tentang masalah agama karena malu dibilang sok agamis atau sok taubat. Contoh lain dari malu yang tercela atau tidak pada tempatnya adalah malu untuk meneggakkan sunnah Rasul.
Malu yang terpuji atau pada tempatnya akan membawa kita kepada syurga Allah.
Salman al-Farisi berkata: “Sesungguhnya bila Allah menginginkan kehancuran/kebinasaan bagi seorang hambaNya, maka Dia akan mencabut dari dirinya sifat malu, dan bila sudah dicabut sifat tersebut dari dirinya maka dia tidak akan menemuiNya kecuali dalam kondisi dia amat dimurkai dan murka, dan bila dia sudah dalam kondisi demikian maka akan dicabut dari dirinya sifat amanah lantas dia tidak akan menemuiNya kecuali dalam kondisi dia dicap sebagai pengkhianat dan orang yang dikhianati, dan bila dia sudah menjadi pengkhianat dan orang yang dikhianati maka akan dicabut dari dirinya sifat rahmah (sifat belas kasih) lantas dia tidak akan menemuiNya kecuali dalam kondisi dia memiliki sikap keras dan berhati kasar, dan apabila dia sudah dalam kondisi demikian maka akan dicabut sebagian iman dari tengkuknya, dan bila sudah demikian maka dia tidak akan menemuiNya kecuali dalam kondisinya yang telah menjadi syaithan yang dilaknat dan suka melaknat”.

6 komentar:

  1. wow, mbak angin,aku minta ijin majang judul post yg ini di widget 'i say' blog ku ya... :)
    bagus bgt!!

    BalasHapus
  2. @de asmara:
    Iya say, silahkan silahkan... moga2 bermanfaat

    BalasHapus
  3. @armouris:
    Thank you 4 this useful infromation!

    BalasHapus
  4. setiap orang punya perasaan malu, tapi haruslah bertempat sehingga tidak menyusahkan diri sendiri atau orang lain.

    BalasHapus
  5. Weleh..kaget akuw pas buka ni blog, ada peyempuan tua berbaju item...mpok, jgn seyem2 dong masang poto na..:p

    BalasHapus

Suka atau Tidak Suka, Kasih Komentar yaaa...